Rabu, 20 April 2022

MEMBUAT KESEPAKATAN KELAS


Oleh

Eko Wahyudi CGP Angk 4 SMKN 1 Kedawung Sragen

Kesepakatan kelas merupakan upaya nyata dalam menjalankan folosofi pendidikan menurut KHD adalah dengan menanamkan budaya positif pada murid. Kesepakatan kelas dapat membantu membentuk lingkungan lingkungan kelas yang kondusif dan mendukung tumbuhnya budaya positif. Kepakatan kelas juga salah satu wujud merdeka belajar, karena kesepakatan disusun atas inisiatif murid dan guru. Walaupun sifatnya mengatur, tetapi kesepakatan tidak bersifat otoriter, yang berasal dari satu pihak. Kesepakatan kelas berisi beberapa hal-hal yang disepakati bersama (murid dan guru) guna menciptakan pembelajaran yang efektif. Kesepakatan kelas berisi harapan guru dan murid terhadap proses kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Kesepakatan kelas yang menuntun nilai nilai positif akan berujung pada keyakinan kelas. 

Keyakinan kelas dibuat untuk menumbuhkan nilai positif pada murid, agar pembelajaran dapat bermakna dan berjalan dengan baik.

Keyakinan kelas dinilai berhasil apabila kesepakatan telah terbentuk, diyakini dan diterapkan oleh murid dan guru dalam kelas tersebut.

Kesepakatan kelas ini dapat efektif dengan melibatkan pimpinan, rekan sejawat, guru dan murid.

Berikut ini adalah kesepakatan kelas, Kelas XII TKR 1 yang dibuat oleh murid dan guru pada semester genap (VI) tahun 2021/2022:

1. Datang tepat waktu.

2. Saling menjaga kebersihan.

3. Dilarang berisik saat KBM.

4. Matikan HP saat pembelajaran.

5. Dilarang makan saat pembelajaran.

6. Aktif berpendapat.

7. Saling menghargai.

8. Terapkan budaya positif "IMMANN+SP"

Berikut ini adalah dokumentasi membuat kesepakatan kelas, kelas XII TKR 1.

Gambar 1. Murid menulis kesepakatan di depan kelas

Gambar 2. Murid lain bergantian menulis kesepakatan

Gambar 3. Murid dan guru berkomitmen melaksanakan kesepakatan yang telah dibuat


Akhirnya, kesepakatan kelas dapat menumbuhkan nilai-nilai positif pada murid yang berimbas pada pembelajaran efektif dan bermakna. 



AKSI NYATA BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH

 

LAPORAN AKSI NYATA

Modul 1.4 Budaya Positif

Eko Wahyudi, CGP Angkatan 4 SMKN 1 Kedawung Kab. Sragen

 

1.  Latar Belakang

Budaya positif adalah nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab. Kondisi yang ditemukan saat ini sering ditemui murid yang berperilaku kurang sopan kepada guru atau orang yang lebih tua. Beberapa contoh yang ditemui adalah, murid berbicara kasar kepada gurunya, bersikap acuh ketika berpapasan, dan tidak peduli dengan kondisi disekitar. Menurunnya sikap/perilaku sopan santun/tata krama (tutur & tingkah laku) pada murid inilah yang akan menjadi sasaran aksi nyata pada modul 1.4 tentang budaya positif di sekolah.

 2.  Tujuan

a.  Meningkatkan/menumbuhkan kebiasaan positif dalam bertutur (lisan) guna menguatkan karakter murid.

b.  Meningkatkan/menumbuhkan kebiasaan positif dalam bertingkah laku (sikap) guna menguatkan karakter murid.

 3.  Tolok Ukur

a.  Terbentuknya murid yang berkarakter ditunjukkan dengan kebiasaan bertutur positif.

b.  Terbentuknya murid yang berkarakter ditunjukkan dengan kebiasaan bertingkah laku (sikap) positif.

 4.   Langkah-langkah

a.  Minggu ke-1

Meminta izin dan dukungan kepada kepala sekolah terkait aksi nyata yang akan dilakukan.

b.  Minggu ke-2

Mensosialisasikan kepada rekan-rekan guru dan siswa tentang kegiatan aksi nyata budaya positif dalam tutur dan tingkah laku "IMMANN+SP" pada perilaku sehari-hari.
IMMAN+SP adalah singkatan dari: Inggih, Mangga, Matur nuwun, Nuwun sewu, Nyuwun pangapunten, + Sumeh (senyum) dan jemPol untuk mengganti jari telunjuk yang terkesan kurang sopan ketika menujuk) . Selain hal tersebut, juga membiasakan menundukkan kepala/badan ketika berpapasan dengan orang lain, serta mengetuk pintu (izin) sebelum memasuki ruangan.

c.  Minggu ke-3

Membimbing siswa / simulasi penerapan aksi nyata penumbuhan sopan santun dengan penerapan "IMMANN+SP"

d.  Minggu ke-4

Menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan dalam aksi nyata menjadi pembiasaan budaya positif di sekolah.

     5.  Hasil Aksi Nyata

a.  Minggu ke-1
Meminta izin dan dukungan kepada kepala sekolah terkait aksi nyata penumbuhan budaya positif dalam tutur dan tingkah laku pada perilaku sehari-hari.

 


 Gambar 1. Meminta Izin Aksi Nyata Penumbuhan Budaya Positif di Sekolah

 

b.  Minggu ke-2
Mensosialisasikan kepada rekan-rekan guru dan siswa tentang kegiatan aksi nyata budaya positif dalam tutur dan tingkah laku pada perilaku sehari-hari.


Gambar 2. Sosialisasi Penumbuhan Budaya Positif pada Murid

  


Gambar 3. Sosialisasi Penumbuhan Budaya Positif pada Guru

       

c.  Minggu ke-3
Simulasi penerapan aksi nyata penumbuhan sopan santun dengan penerapan "IMMANN+SP"

 


Gambar 4. Simulasi Penumbuhan Budaya Positif dalam Kegiatan Ekstrakurikuler

  


Gambar 4. Simulasi Penumbuhan Budaya Positif  dalam Kegiatan Pembelajaran

  


Gambar 5. Simulasi Penumbuhan Budaya Positif  dalam Kegiatan Pembelajaran

        

d.  Minggu ke-4
Pembiasaan/penerapan budaya positif di sekolah

 


Gambar 6. Pembiasaan hormat kepada guru dan mengucap ”Inggih” ketika di beri nasehat  

 


Gambar 7. Pembiasaan mengucap “Mangga dan Menundukkan Badan” ketika berpapasan

 


Gambar 8. Pembiasaan/penerapan mengucap “Nuwun Sewu” ketika lewat di depan orang


 Gambar 9. Pembiasaan/penerapan mengucap “Nyuwun Panganpunten” ketika berbuat salah

 


Gambar 10. Pembiasaan menggunakan “Jempol” untuk menunjuk sesuatu

 


Gambar 11. Pembiasaan/penerapan “Sumeh” dengan siapapun

 


Gambar 12. Pembiasaan mengetuk pintu dan meminta izin sebelum memasuki ruangan

 

 6.  Simpulan

Aksi nyata yang telah kami terapkan di SMKN 1 Kedawung dapat:

a.  Meningkatkan/menumbuhkan kebiasaan positif dalam bertutur (lisan).

b.  Meningkatkan/menumbuhkan kebiasaan positif dalam bertingkah laku (sikap)

                                                                                               

 

Kamis, 24 Februari 2022

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI



Oleh: 

Eko Wahyudi 

CGP Angkatan 4 Kab Sragen Jawa Tengah

(Koneksi Antarmateri Pembelajaran Berdiferensiasi)

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu strategi pembelajaran yang berpihak kepada murid. Pembelajaran berdiferensiasi adalah suatu usaha menyesuaikan proses pembelajaran di kelas, guna memenuhi kebutuhan belajar masing-masing murid/individu. Dalam pembelajaran berdiferensiasi semua murid akan diakomodasi  dari segala keberagaman, dan pemenuhan kebutuhan masing-masing individu, karena setiap murid sejatinya tumbuh dan berkembang di lingkungan dan budaya yang berbeda. Berdasar pemikiran tersebut, agar proses pembelajaran di dalam kelas dapat berjalan optimal, maka pembelajaranpun juga harus dengan cara/strategi yang beragam pula, dengan memperhatikan konten, proses dan produk atau disebut dengan diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk.

Diferensiasi konten merujuk pada strategi membedakan pengorganisasian dan format penyampaian konten/materi. Konten yang dimasuksud berupa materi pengetahuan, konsep, dan ketrampilan yang perlu dipelajari murid. Diferensiasi proses merujuk pada strategi membedakan proses yang dijalani murid, yang dapat memungkinkan mereka berlatih dan memahami isi konten (materi). Dalam bagian bagian ini, guru harus memahami apakah murid akan belajar secara individu atau kelompok, serta perlu bantuan yang seperti apa yang akan diberikan kepada murid, karena masing-masing individu mempunyai kemampuan yang berbeda. Sedangkan diferensiasi produk merujuk pada strategi memodifikasi produk hasil belajar murid, hasil latihan, penerapan, dan pengembangan apa yang telah mereka pelajari. Produk ini dapat berupa: karangan, tulisan, pertunjukan, presentasi, rekaman, video, dan lain sebagainya.

Pembelajaran berdiferensiasi pada dasarnya untuk memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang maksimal. Pemenuhan kebutuhan belajar murid tersebut berdasarkan tiga aspek, diantaranya: kesiapan belajar murid, minat murid, dan profil belajar murid.

Kesiapan Belajar Murid

Kesiapan belajar merupakan kapasitas untuk mempelajari materi baru. Kesiapan ini terkait dengan berbagai hal, diantaranya: pengetahuan, konsep dan ketrampilan awal yang dikuasai murid, miskonsepsi, tingkat perkembangan kognitif, afektif dan fisik, ketrampilan berpikir, dan sebagainya. Kesiapan belajar murid bukanlah tentang tingkat intelektualitas (IQ), tetapi lebih kepada memberi informasi/identifikasi apakah pengetahuan atau ketrampilan yang dimiliki saat ini, sesuai dengan ketrampilan atau pengetahuan baru yang akan diajarkan. Tujuan dari melakukan identifikasi ini dalam rangka pemetaan kebutuhan belajar murid  berdasar tingkat kesiapan belajar dan menemukan formulasi yang tepat, sehingga murid-murid terpenuhi kebutuhan belajarnya.

Minat Murid

Minat merupakan suatu keadaan mental yang menghasilkan respon terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri. Minat merupakan motivator penting bagi murid untuk menuju pembelajaran yang aktif (active learning). Minat juga dapat dimaknai suatu dorongan atau ketertarikan murid terhadap sesuatu yang menarik. Dengan adanya minat yang tinggi, diharapkan dapat meningkatkan gairah belajar dan kwalitas belajar murid-murid.

Profil Belajar Murid

Profil belajar merupakan pendekatan yang disukai murid untuk belajar, yang dipengaruhi oleh gaya berpikir, kecerdasan, budaya, latar belakang, jenis kelamin, dan lain-lain. Profil belajar ini memberi kesempatan murid untuk belajar secara natural dan efisien, sehingga guru juga harus menggunakan berbagai metode dan pendekatan dalam mengajar.

Pembelajaran berdiferensiasi ini sangat berkaiatan erat dengan konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara, dimana pendidikan harus menuntun anak mencapai kodratnya. Karena masing-masing anak adalah pribadi yang berbeda. Mereka mempunyai karakter/keunikan masing-masing dan harus tumbuh dan berkembang sesuai potensinya masing-masing pula. Pembelajaran berdiferensiasi ini juga sangat berkaitan dengan budaya positif di sekolah, nilai dan peran guru penggerak, dan visi guru penggerak. Guru harus memaknai filosofi KHD, mewujudkan profil pelajar pancasila, menjalankan budaya positif dengan memahami kebutuhan dasar manusia dan dapat memaknai lima posisi kontrol. Kesemuanya dalam rangka merdeka belajar untuk mewujudkan generasi emas Indonesia.

 

 

 

Selasa, 20 November 2018

Cangkriman


Ngrembug bab kabudayan Jawa iku ora ana entekke. Kabudayan Jawa kang isih lestari nganti tumeka saiki iki pancen ndadekake mongkoging manah tumraping wong Jawa iku dhewe. Salah sawijining asil kabudayan kang isih lestari lan malah dadi piwulangan ing madyaning pawiyatan yaiku cangkriman. Apa ta cangkriman iku? Ing ngisor iki bakal katulis kanthi cekak apa kang sinebut cangkriman, jinis, lan tuladhane.
1.   Tegese cangkriman
          Cangkriman yaiku tetembungan utawa unen-unen kang kudu dibatang maksude.
2.         Wujude cangkriman
a.             Cangkriman kang awujud tembung wancahan
Tuladha:
-      tongyong rengreng
Bedhekane                              : gotong royong bareng-bareng
Nilai budi pakerti        : gotong-royong
b.             Cangkriman Irib-iriban
Tuladha:
-      Sega sakepel dirubung tinggi
Bedhekan                                : salak
-      Pitik walik saba meja
Bedhekan                                : sulak
Nilai budi pakerti        : panglipur
c.             Cangkriman Blenderan/Plesedan
Tuladha:
-      bakule krambil dikepruki
Bedhekan                                : sing dikepruke krambile
-      Tulisan Arab macane saka ngendi?
Bedhekan                                : Alas
Nilai budi pakerti        : panglipur
d.            Cangkriman Awujud tembang
Tuladha:
Pocung
Bapak pocung yen enom klambine gadhung
Yen wis rada tuwa
Si pocung klambine kuning
Tuwa pisan si pocung klambine abang
Bedhekan                                : mlinjo
Nilai budi pakerti        : panglipur

Selasa, 09 Oktober 2018

Tembang Kinanthi Globalisasi

Globalisasi puniku (8u)
kabeh sarwa teknologi (8i)
digital tan bisa uwal (8a)
bisa dadi tuk ing ilmi (8i)
ja nganti gawe duraka (8a)
teknologi den pepetri (8i)

Rabu, 25 Juli 2018

Tugas Basa Jawi

1. Setitekna tembang Kinanthi kang dijupuk saka Serat Wedhatama Pada 1 ing ngisor iki kanthi nggoleki guru gatra, guru wilangan lan guru lagune! 
"Mangka kanthining tumuwuh,
Salami mung awas eling,
Eling lukitaning alam,
Dadi wiryaning dumadi,
Supadi nir ing sangsaya,
Yeku pangreksaning urip".

Tegese tembang kasebut ing basa Indonesia:
Padahal bekal hidup,
selamanya waspada dan ingat,
Ingat akan pertanda yang ada di alam ini,
Menjadi kekuatannya asal-usul, supaya lepas dari sengsara.
Begitulah memelihara hidup.

Supaya gampang dimangerteni isine, tembang kasebut banjur gawenen crita!


Tuladha crita saka pada 1:
Wong urip ing alam donya iku butuhake sangu. Sangune yaiku tansah eling lan waspada. Eling tegese tansah enget marang Kuasaning Gusti Allah. Waspada bisa ditegesi ngati-ati. Wong urip uga tansah enget (sadar)  lan mangerteni prantadha sing ana ing alam  wektu iki. Eling lan waspada bisa dadi sumber kekuatane manungsa supaya bisa slamet saka kasengsaran lan kalabendu. Ya iku mau carane ngupakara urip. 

2. Sak wise nyetitekake tembang ing dhuwur banjur Pada 2 (Tembang Kinanthi Serat Wedhatama) wangsulana kanthi tatacara padha kaya printah ing dhuwur! 
Teks tembang bisa download ing kene https://javaeko.blogspot.com/2015/?m=1
4. Asil garapanmu tumpuken ing meja Pak Eko Kantor TKR. 
Matur nuwun. 

Rabu, 04 April 2018

PENGUMUMAN INOBEL 2018

Berikut kami tampilkan hasil seleksi Bimtek Inobel Pemula Tahun 2018

Baca di sini!

Kamus Jawa On Line

Ingkang badhe negesi tembung-tembung Jawi saged mlebet link menika:

https://jv.wiktionary.org/wiki/Kaca_Utama

Wow, Bahasa Jawa Mendunia


Pernahkan kamu menggunakan layanan Google Translate? Coba perhatikan pilihan bahasa yang tersedia. Ada pilihan bahasa Jawa. Wow, mencegangkan. Bahasa Jawa yang dikenal di Indonesia sebagai salah satu bahasa daerah, diterima oleh Google sebagai pilihan bahas di dunia.Sampai saat ini, sudah tersedia 70 bahasa pilihan di Google Translate. Bahasa Jawa ditambahkan bersamaan dengan empat bahasa baru lainnya: Bosnia, Cebuano, Hmong dan Marathi. Bosnia adalah bahasa resmi dari Bosnia dan Herzegovina. Sedangkan bahasa Cebuano biasa ditututkan di Filipina. Bahasa Hmong biasa dipergunakan oleh suku bangsa di Cina, Vietnam, Laos. Google memasukan pilihan bahasa Jawa karena bahasa ini merupakan bahasa kedua yang paling banyak digunakan di Indonesia. Dalam terjemahan bahasa Jawa, layanan ini bernama Google Nggoleki.

Dalam pilihan bahasa di Google Translate, bangsa kita masih kalah dengan bangsa India. Layanan Google Translate memasukan delapan bahasa bangsa India, yaitu: Bengali, Gujarati, Hindi, Kannada, Tamil, Telugu dan Urdu selain bahasa India sendiri.

Selain di Indonesia, bahasa Jawa sudah dikenal di beberapa negara. Google Translate memasukan bahasa Jawa ke dalam layanannya, bukan hanya diperuntukan untuk orang yang tinggal di Indonesia saja. Lebih dari itu, terjemahan bahasa Jawa dapat digunakan oleh orang lain, khususnya yang terbiasa menggunakan bahasa Jawa.Ada lima negara dimana bahasa Jawa dipergunakan.

Pertama, Republik Suriname. Republik Suriname (Surinam) dulu bernama Guyana Belanda atau Guiana Belanda adalah sebuah negara di Amerika Selatan dan merupakan bekas jajahan Belanda. Di Suriname tinggal sekitar 75.000 orang Jawa dan dibawa ke sana dari Hindia-Belanda antara tahun 1890-1939. Suriname juga merupakan salah satu anggota Organisasi Konferensi Islam.
Kedua, Singapura. Sejumlah orang Jawa didatangkan ke Singapura sejak 1825 [Johari, 1965]. Mereka berasal dari Jawa Tengah, dan mereka dipekerjakan sebagai buruh di perkebunan karet, jalur kereta api dan konstruksi jalan raya. Kampong Jawa, di tepi sungai Rochor, adalah tempat pemukiman pertama orang Jawa di Singapura. Selain Kampong Jawa, Kallang Airport Estate dikenal sebagai tempat pemukiman orang Jawa juga. Di Kallang, mereka hidup berdampingan dengan orang Melayu dan Cina.
Ketiga, Malaysia. Umumnya, mereka sudah berwarga negara Malaysia. Leluhur mereka datang sekitar tahun 1900 karena tekanan ekonomi. Masyarakat Jawa di Malaysia saat ini termasuk generasi ketiga dan keempat. Walaupun masih menggunakan sebagian adat dan kebudayaan Jawa, mereka sudah dianggap Melayu pribumi yang sah sesuai undang-undang Malaysia.
Yang terbanyak tinggal di Negeri Selangor, terutama di kawasan Tanjung Karang, Sabak Bernam, Kuala Selangor, Kelang, Banting, dan Sepang. Mereka masih mengekalkan beberapa unsur Jawa meski tidak total. Di Johor juga banyak, tapi yang muda-muda sudah lupa warisan leluhurnya.Bahkan sebagian ada yang merasa malu mengakui berketurunan Jawa. Mereka sudah tidak bisa lagi bertutur bahasa Jawa secara baik dengan unggah-ungguh dan tata krama. Ada yang mengekalkan identitas dirinya dengan mewujudkan Persatuan Anak-anak Jawa. Kegiatan keseniannya kuda kepang dan reog, walaupun tidak sehalus di Jawa.
Keempat, Belanda. Saat menjajah Indonesia Belanda mengirim orang Jawa sebagai budak ke Belanda. Yang unik dalam kasus bahasa Jawa ini adalah minat orang asing terhadap bahasa atau sastra Jawa. Dan, Belanda sebagai negeri bekas penjajah Jawa ternyata menjadi gudang dari orang atau pakar yang punya minat khusus terhadap keberadaan bahasa Jawa.

Universiteit Leiden, universitas tertua di Belanda yang didirikan 1575 merupakan salah satu gudangnya. Di universitas yang didirikan Pangeran Willem van Oranje, tempat dari sekitar 17 ribu mahasiswa menimba ilmu, kita bisa melihat naskah-naskah kuno berhuruf Jawa atau sastra Jawa kontemporer yang masih terawat.

Kelima, Kaledonia Baru. Kaledonia Baru (bahasa Perancis: Nouvelle-Calédonie) adalah sebuah negeri seberang laut milik Perancis terletak di Samudra Pasifik bagian selatan. Juga dinamai Kanaki yang dari nama penduduk asli kepulauan itu. Negara kepulauan ini telah dikuasai Perancis selain Polinesia Perancis. Status ini dikenakan sampai 1998. Namanya berasal dari bahasa Latin Skotlandia. Ibu kotanya ialah Noumea.

Daerah ini dihuni oleh sebagian suku Jawa. Dahulu orang Jawa di Kaledonia Baru menjadi kuli kontrak atau mencari kehidupan lebih baik di negeri asing. Perpindahan orang Jawa di Kaledonia juga sama dengan orang Jawa Suriname, namun kepindahan orang Jawa di Pasifik telah terhenti sejak 1949.

Jumlah penduduk Kaledonia Baru tercatat tanggal 1 September 2006, yaitu: 237.765 jiwa.Orang Jawa di Kaledonia Baru tetap menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari, namun kini anak-anak mudanya sudah tak bisa berbahasa Jawa, hanya bisa berbahasa Perancis saja.
Selain Google Nggoleki, di layanan dunia maya tersedia situs web enslikopedia terbesar di dunia, yaitu Wikipedia. Di situs ini menyediakan edisi khusus Bahasa Jawa dengan konten 37.290 artikel (posisi 28 Oktober 2011).
Berdasarkan estimasi ethnologue.com, Bahasa Jawa menempati peringkat ke 11 di dunia dari segi jumlah penutur, yaitu berturut-turut:
1. Bahasa China dengan jumlah penutur 1,21 milyar orang (paling dominan Bahasa Mandarin dengan 845 juta penutur);
2. Bahasa Spanyol (329 juta);
3. Bahasa Inggris (328 juta);
4. Bahasa Arab (221 juta);
5. Bahasa Hindi (182 juta);
6. Bahasa Bengali (181 juta);
7. Bahasa Portugis (178 juta);
8. Bahasa Rusia (144 juta);
9. Bahasa Jepang (122 Juta);
10. Bahasa Jerman (90,3 juta); dan
11. Bahasa Jawa (84,3 juta).
Jumlah penutur Bahasa Jawa lebih banyak dibanding Bahasa Vietnam, Perancis, Korea dan Turki. Selain bahasa Jawa, bahasa suku lain yang masuk dalam kajian ethnologue.Com, adalah bahasa Sunda. Bahasa Sunda merupakan bahasa peringkat 31 terbesar di dunia, melampaui Bahasa Persia, Tagalog dan Belanda.
Penyebaran 84,3 juta penutur bahasa Jawa tersebar di Indonesia sendiri dan lima negara lain di dunia. Terbesar memang di pulau Jawa sendiri. Tetapi di luar pulau Jawa, juga sungguh besar dan ada yang dominan. Diantaranya di di Lampung 62 persen, Sumatera Utara 33 persen, serta Jambi dan Sumatera Selatan masing-masing 27 persen.
Matur nuwun sanget